Sunday, February 15, 2015

Pertama Kali Memasak Sendiri dengan Rice Cooker


Liburan Semester 1 Hampir saja Selesai. Dan ketika itu saya dibelikan oleh orang tuaku sebuah Rice Cooker. Karena rencananya sih di Semester 2 nanti aku disuruh memasak sendiri. Kenapa ? Karena agarbisa menghemat pengeluaran perbulanku selama di kuliah di Semarang. Selain itu rencananya di Semester 2 nanti aku juga mau membawa motor. Jadi Pengeluarannya bakalan banyak, soalnya ada pengeluaran buat membeli bensin.

Ketika Perwalian KRSan aku membawa Rice cooker & Beras dari rumah. Ketika itu ke Semarangnya aku naik bus. Untuk Rice cookernya sih nggak begitu berat, Tapi untuk berasnya berat banget.

Ketika di Semarang aku belum menggunakannya secara langsung, aku masih membeli makanan. Kalau menurutku sendiri sih Harga makanan di Wilayah UNDIP Semarang ini Terlalu mahal. Itu juga merupakan alasanku membawa Ricecooker, hahaha. Jika dibandingkan dengan Kota2 lain Seperti Yogyakarta & Malang yang tergolong lebih murah. Lagian siapa suruh kuliah di UNDIP, haahaa. Untuk Semester 1 sendiri sih mungkin aku mengeluarkan banyak Untuk Biaya Hidup di Perantauan ini. Untungnya aku mendapatkan BIDIKMISI yang bisa membuat ringan beban Orang Tuaku.

Back to the topic, Ketika itu hari Selasa aku memutuskan untuk menggunakan Ricecooker Untuk pertama kalinya untuk memasak. Seperti yang diajarkan oleh Ibuku dirumah, pertama kali kita harus mencuci dahulu berasnya. Setelah itu kita beri air Secukupnya. Agar nanti matangnya Pas. Jika Airnya terlalu sedikit maka hasilnya nasinya akan menjadi Keras, Tapi sebaliknya jika Airnya terlalu banyak maka Nasinya akan menjadi lembek Seperti Bubur.

Nah ketika itu aku terlalu sedikit memberi air. Jadi Sudah bisa ditebak, Nasinya Sangat keras baget. Hahaha. Maklumlah pemula dalam hal menggunakan Rice cooker. Hahaha. Untuk hari selanjutnya yaitu Hari Rabu aku memberikan air yang lebih banyak daripada hari sebelumnya. Dan hasilnya nasinya matang dan tidak keras. Tapi menurutku masih kurang air sedikit lagi agar nasinya menjadi Pulen.

No comments:

Post a Comment